Dalam dunia arkeologi, setiap lapisan tanah bisa menyimpan cerita yang selama ini hilang dari catatan sejarah. Baru-baru ini, dunia ilmiah dibuat heboh oleh temuan arkeologis yang bisa mengubah cara kita memahami kehidupan dan kekuasaan salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah Inggris: Raja Harold Godwinson. Tim peneliti yang bekerja di Yorkshire, dekat situs Skipsea Castle, menemukan struktur bangunan besar yang menunjukkan kemungkinan adanya hall atau pusat kekuasaan dari periode Anglo-Saxon abad ke-11—tempat yang mungkin pernah menjadi rumah atau pusat kegiatan seorang bangsawan terkemuka, bahkan mungkin yang pernah dimiliki oleh Harold Godwinson sendiri. The Times

Siapa Harold Godwinson?

Sebelum membahas lebih jauh tentang penemuan yang mengguncang dunia sejarah ini, penting untuk memahami siapa Harold Godwinson. Ia dikenal secara historis sebagai Raja Inggris terakhir dari bangsa Anglo-Saxon, yang naik takhta pada 5 Januari 1066 setelah kematian Raja Edward the Confessor. Namun pemerintahannya hanya berlangsung singkat karena ia tewas dalam Pertempuran Hastings pada 14 Oktober 1066, yang menandai berakhirnya era Anglo-Saxon dan dimulainya kekuasaan Norman di Inggris di bawah William the Conqueror. Wikipedia

Harold bukan hanya raja yang berakhir dengan tragis. Ia adalah figur yang penuh dinamika politik; sebagai bangsawan yang kuat, walikota dan pemimpin militer, Harold berperan dalam berbagai konflik internal dan eksternal, termasuk pertempuran melawan invasi Norwegia di Stamford Bridge hanya beberapa minggu sebelum Hastings. Wikipedia+1

Penemuan Arkeologis di Skipsea Castle

Pada akhir Desember 2025, laporan resmi dari proyek penggalian arkeologi yang berlangsung enam tahun di sekitar Skipsea Castle — sebuah situs benteng Norman yang dibangun beberapa dekade setelah kematian Harold — mengungkapkan temuan yang mengundang decak kagum. Para arkeolog menemukan bekas struktur besar yang diyakini sebagai bangunan berstatus tinggi dari periode Anglo-Saxon, termasuk:

  • Hall kayu besar yang kemungkinan digunakan untuk pertemuan, jamuan, dan kegiatan politik.
  • Sebuah malthouse atau tempat pembuatan bir, yang merupakan temuan sangat langka di Inggris dan umumnya hanya ditemukan di pemukiman kelas atas.
  • Bukti struktur menara dengan dasar batu serta lantai yang bisa menunjukkan bangunan berfungsi bukan hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga sebagai titik kontrol/pengawasan.
  • Fragmen barang mewah, seperti sepotong amber yang sudah dibentuk untuk menjadi perhiasan — indikasi kuat bahwa tempat tersebut bukan sekadar kampung atau peternakan biasa. The Times

Penemuan temuan ini terjadi tidak jauh dari lokasi Skipsea Castle, yang diketahui dibangun oleh Norman pada sekitar 1086, beberapa dekade setelah era Anglo-Saxon berakhir. Struktur benteng Norman ini kini hanya tersisa sebagai gundukan tanah, namun sekaligus menyimpan pertanyaan besar: Apa yang berada di bawahnya sebelum Norman datang? The Times

Indikasi Hubungan dengan Harold Godwinson

Apa yang membuat temuan ini menjadi sangat signifikan bukan hanya karena usianya yang sudah berabad-abad, tetapi karena lokasi ini diketahui pernah dimiliki oleh Harold Godwinson menurut catatan Domesday Book, dokumen sensus besar abad ke-11 yang mencatat kepemilikan tanah di seluruh Inggris setelah penaklukan Norman. Meskipun tidak ada bukti langsung bahwa Harold pernah tinggal atau mengunjungi situs tersebut, kombinasi kepemilikan tanah, periode pembangunan struktur, dan tingkat status sosial yang diindikasikan oleh artefak membuat para ilmuwan percaya bahwa ini bisa menjadi struktur bangsawan tingkat tinggi yang relevan dengan kehidupan elite Anglo-Saxon, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan raja itu sendiri. The Times

Dr. Jim Leary, arkeolog yang memimpin tim penggalian, menyatakan bahwa meskipun mereka belum bisa memastikan bahwa bangunan tersebut adalah istana pribadi Harold, “kita melihat sebuah lokasi berstatus tinggi, dan tanah itu diketahui dimiliki oleh Harold Godwinson.” Pernyataan ini dikutip sebagai pengakuan atas kuatnya bukti kontekstual yang mendukung kemungkinan besar lokasi ini berkaitan langsung dengan elite Anglo-Saxon di masa itu. The Times

Mengapa Ini Penting?

Penemuan semacam ini memiliki implikasi yang jauh lebih besar daripada sekadar menambah daftar situs arkeologi baru. Beberapa hal yang memberikan nilai historis besar bagi penemuan ini adalah:

1. Bukti Fisik yang Langka dari Era Anglo-Saxon

Situs Anglo-Saxon berstatus tinggi sangat jarang ditemukan dalam bentuk struktur utuh karena banyak bangunan dan artefak dari periode tersebut telah dihancurkan, terutama setelah Norman Conquest. Bangunan seperti hall kayu, malthouse, dan struktur menara yang ditemukan di Skipsea memberikan data fisik langsung yang bisa dianalisis untuk memahami kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masa itu. The Times

2. Wawasan Baru Tentang Aristokrasi Anglo-Saxon

Bukti adanya malthouse dan barang-barang mewah seperti amber menunjukkan bahwa kehidupan aristokrat Anglo-Saxon bukan sekadar perang dan peternakan, tapi juga melibatkan konsumsi, produksi, dan simbol status yang kompleks. Hal ini membantu para sejarawan menggambarkan dunia sosial yang lebih kaya dan beragam dari sebelumnya. The Times

3. Konteks Baru Untuk Sejarah Inggris Sebelum Norman

Dengan sedikitnya struktur yang tersisa dari masa sebelum 1066, penemuan ini memberi peluang untuk menyusun kembali gambaran kehidupan Inggris sebelum Normand menjadi penguasa baru, sebuah periode yang sering kali hanya dipahami melalui dokumen tertulis yang bias atau tidak lengkap. The Times

Kontroversi dan Pertanyaan Terbuka

Meski temuan ini sangat menjanjikan, masih ada banyak pertanyaan yang menunggu jawaban. Beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh para arkeolog dan sejarawan antara lain:

  • Apakah struktur tersebut benar-benar milik atau pernah digunakan oleh Harold Godwinson? Kepemilikan tanah saja tidak cukup untuk memastikan penggunaan pribadi oleh sang raja. The Times
  • Bagaimana struktur ini berhubungan dengan Skipsea Castle Norman yang lebih dikenal? Para arkeolog masih mencoba memahami bagaimana struktur Anglo-Saxon ini dipengaruhi, ditinggalkan, atau bahkan tumpang tindih dengan pembangunan Norman selanjutnya. The Times
  • Apakah masih ada artefak lain yang bisa menguatkan hubungan langsung dengan Harold, seperti artefak bertuliskan nama, lambang kerajaan, atau bukti lain yang lebih definitif? Hingga kini, belum ada bukti semacam itu yang ditemukan. The Times

Masih banyak lapisan sejarah yang harus digali lebih dalam. Tim penggalian berencana untuk melanjutkan pekerjaan mereka dan memperluas area ekskavasi di tahun-tahun mendatang, berharap menemukan petunjuk lebih konkret tentang masa lalu yang tersimpan di bawah permukaan tanah Yorkshire. The Times

Apa Artinya Bagi Sejarah Inggris?

Jika teori bahwa situs ini adalah bagian dari pusat kekuasaan Harold Godwinson ternyata benar, temuan ini akan menjadi salah satu penemuan arkeologis paling penting dalam beberapa dekade terakhir untuk sejarah Inggris awal abad ke-11. Ini bukan hanya tentang menemukan bangunan tua, tetapi menemukan hubungan fisik yang kuat antara kita dan masa yang selama ini hanya dikenang melalui narasi tertulis. The Times

Penemuan seperti ini memberi kesempatan kepada sejarawan, penulis, dan publik umum untuk memikirkan kembali siapa sebenarnya Harold Godwinson, bukan hanya sebagai sosok yang jatuh dalam pertempuran besar, tetapi sebagai manusia dengan jaringan sosial, kekuasaan, dan kehidupan yang kompleks jauh sebelum ia bertemu takdirnya di Hastings. Wikipedia

Menutup Kesenjangan Antara Masa Lalu dan Sekarang

Penemuan arkeologis yang berpotensi menunjukkan istana Anglo-Saxon bukan sekadar headline berita biasa. Ini adalah undangan untuk melihat sejarah Inggris dari sudut yang lebih manusiawi, lebih detail, dan lebih kaya secara budaya. Temuan di Yorkshire membuka jendela baru ke masa yang selama ini hanya tersisa dalam manuskrip tua atau karya seni seperti Bayeux Tapestry yang menggambarkan pemandangan kehidupan Anglo-Saxon sebelum perubahan besar akibat invasi Norman. University of Exeter News

Masih banyak yang harus diuji, dianalisis, dan dipahami. Namun satu hal pasti: temuan ini telah menggugah minat global akan masa pra-Norman, merangkul kembali warisan Inggris yang hampir hilang, dan memberi generasi sekarang alasan kuat untuk tetap mengejar bukti masa lalu dengan metode ilmiah dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam.